Minyak Brent melonjak ke $106 setelah pernyataan keras Trump terkait Iran
Harga global Brent crude melonjak 5%, mencapai $106,16 per barrel, segera setelah pidato yang sangat dinanti dari Presiden AS Donald Trump. Menurut Reuters, pernyataan presiden memicu lonjakan karena investor tidak menerima sinyal de‑eskalasi yang diharapkan terkait konflik di Timur Tengah.
Pasar minyak bereaksi terhadap janji Trump untuk melakukan “serangan yang lebih agresif” terhadap target‑target Iran. Harapan trader akan penyelesaian cepat perang dan kembalinya pasokan hidrokarbon yang stabil pun pupus. Kondisi diperburuk oleh tidak adanya jaminan soal dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran kunci yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dunia.
Dalam pidatonya, Donald Trump menekankan ancaman militer dari Tehran. Presiden memperingatkan bahwa Iran sedang meningkatkan stok senjata balistik konvensional dengan cepat, sehingga keluarnya cepat dari konfrontasi bersenjata menjadi tidak mungkin. Lembaga keuangan menafsirkan retorika ini sebagai sinyal untuk bersiap menghadapi krisis berkepanjangan di Teluk Persia.
Para analis mengatakan dinamika saat ini mencerminkan kekecewaan mendalam di antara pelaku pasar yang sebelumnya berharap akan kemajuan diplomatik. Sebaliknya, ketidakpastian atas keamanan jalur energi justru meningkat. Trader kini aktif memprice‑in risiko pemotongan pasokan lebih lanjut, yang berpotensi mendorong harga minyak ke level tertinggi multi‑tahun dalam beberapa pekan mendatang.