Tiongkok berjanji akan memberikan respons keras terhadap kemungkinan tarif baru AS
Tiongkok telah mengeluarkan peringatan keras bahwa mereka akan mengambil "semua tindakan yang perlu diambil" apabila Washington menggunakan investigasi kesepakatan 2020 untuk memberlakukan tarif baru. Pernyataan tersebut muncul setelah Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, mengonfirmasi bahwa perjanjuan tersebut sedang menjalani peninjauan kepatuhan berkelanjutan.
Kementerian Perdagangan Tiongkok menekankan bahwa Beijing telah memenuhi komitmennya berdasarkan kesepakatan Fase Satu, termasuk perlindungan kekayaan intelektual dan pembukaan pasar, meskipun terjadi pandemi. Lembaga tersebut menyalahkan Amerika Serikat atas adanya hambatan implementasi kesepakatan tersebut dengan menunjuk pada pengetatan kontrol ekspor dan pembatasan investasi bilateral. Apabila investigasi tersebut dijadikan dalih untuk tarif baru, Tiongkok akan dengan tegas membela kepentingannya.
Pertukaran pernyataan ini terjadi hanya beberapa minggu sebelum kunjungan Donald Trump ke Beijing. Sebelumnya, Mahkamah Agung AS telah membatalkan tarif darurat yang besar. Namun, pemerintah terus berupaya dalam memberlakukan tarif melalui mekanisme Pasal 301. Pihak Tiongkok mendesak penilaian objektif terhadap kesepakatan tersebut dan penyelesaian perbedaan pendapat melalui konsultasi, daripada mengalihkan tanggung jawab.