AS akan mencabut tarif 25% yang dikenakan pada India atas pembelian minyak Rusia
Pemerintahan AS berencana untuk menghapus tarif tambahan 25% pada barang-barang India yang awalnya diberlakukan pada Agustus 2025 karena pembelian minyak Rusia oleh India, demikian dilaporkan The Washington Post, mengutip perwakilan Gedung Putih. Tarif tambahan itu merupakan bagian dari tekanan Washington terhadap New Delhi untuk mengurangi kerja sama energinya dengan Moskow.
Sebelumnya, Donald Trump mengumumkan perjanjian perdagangan dengan India yang akan mengurangi tarif balasan Amerika Serikat dari 25% menjadi 18%, secara efektif melonggarkan persyaratan untuk ekspor India. Hingga baru-baru ini, tidak pasti apakah tarif "minyak" tertentu akan ditangani secara terpisah. Namun, sumber-sumber sekarang mengindikasikan bahwa tarif tambahan 25% tersebut dijadwalkan untuk dihapus.
Menurut Trump, selama panggilan telepon, Perdana Menteri India Narendra Modi diduga setuju untuk mengurangi pembelian minyak Rusia dan sebagian beralih ke pasokan dari AS dan berpotensi Venezuela. Namun, belum ada konfirmasi resmi atas komitmen tersebut dari pihak India. Penghapusan tarif hukuman 25% dapat menandai langkah menuju normalisasi hubungan perdagangan dan menunjukkan bahwa Washington melunakkan pendiriannya dalam memilih mitra energi. Meskipun demikian, kebijakan tarif di masa mendatang akan bergantung pada perubahan aktual dalam struktur impor energi India.