empty
 
 
12.10.2026 12:49 AM
XAU/USD. Analisis Harga. Proyeksi. Ketidakpastian Geopolitik dan Sikap Hawkish The Fed Membatasi Potensi Kenaikan Emas

This image is no longer relevant

Menjelang akhir pekan, XAU/USD naik hingga menyentuh level bulat $4.200, menguat lebih dari 1,4% didukung oleh penurunan imbal hasil Treasury dan pelemahan dolar. Data AS terbaru menunjukkan peningkatan pesimisme rumah tangga terhadap perekonomian, sementara para pelaku pasar kian memperkirakan Federal Reserve akan menahan suku bunga tetap stabil.

Indeks sentimen konsumen University of Michigan untuk Oktober turun menjadi 46,3, di bawah level September 48,1 dan konsensus 47,6. Masyarakat Amerika merevisi naik ekspektasi inflasi: ekspektasi satu tahun meningkat dari 4,6% menjadi 4,7%, dan ekspektasi lima tahun naik tipis dari 3,4% menjadi 3,5%.

Angka-angka ini mengindikasikan potensi pelemahan belanja konsumen ke depan, tetapi para pejabat Federal Reserve masih memandang perekonomian cukup tangguh, dengan mengutip data pasar tenaga kerja yang kuat.

Risalah FOMC hari Rabu menunjukkan dukungan bulat dari seluruh anggota yang memiliki hak suara untuk kenaikan suku bunga, tetapi mengungkapkan perbedaan pandangan terkait arah kebijakan ke depan. Beberapa peserta memandang langkah tersebut sebagai tindakan pencegahan, sementara yang lain melihatnya sebagai awal dari siklus pengetatan. Gubernur Christopher Waller mendukung kenaikan lebih lanjut, tetapi menekankan bahwa hal itu tidak harus dilakukan di setiap pertemuan. Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, berpendapat bahwa inflasi yang berada di rekor tertinggi dan kekuatan pasar tenaga kerja mengharuskan The Fed untuk tetap fokus pada pengendalian harga.

Para pelaku pasar secara efektif telah menyingkirkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Oktober: harga pasar saat ini mencerminkan sekitar 81% probabilitas bahwa Fed funds rate akan bertahan di kisaran 3,75%–4,00%. Data Prime Terminal menunjukkan sekitar 81% peluang terjadinya kenaikan 25 basis poin pada Desember.

Imbal hasil Treasury 10 tahun naik tipis 1,3 basis poin menjadi 5,248%, yang terus menekan dolar. Indeks dolar DXY naik 0,18% menjadi 102,22.

This image is no longer relevant

Ketegangan yang kembali memanas di Timur Tengah juga turut menopang dolar. Konflik AS–Iran tetap belum terselesaikan meskipun Presiden Trump menyatakan bahwa ia tidak berencana untuk mengambil tindakan terhadap Iran sebelum pemilu paruh waktu. Serangan masih berlanjut di Selat Hormuz, dan kelompok Houthi memasang ranjau di Bab-el-Mandeb di Laut Merah, sehingga mengganggu jalur pelayaran.

Karena faktor geopolitik mendorong volatilitas pasar, par apelaku pasar sebaiknya memusatkan perhatian pada dinamika geopolitik, harga minyak, imbal hasil Treasury AS, dan pergerakan dolar. Data mendatang terkait inflasi konsumen dan produsen, penjualan ritel, pidato pejabat The Fed, serta laporan pasar tenaga kerja juga akan menjadi penentu arah selanjutnya.

Dari sisi teknikal: tren menurun pada emas menghadapi potensi ancaman. Pembeli mulai masuk di dekat level terendah Jumat lalu di $4.130 dan mendorong harga hingga ke level tertinggi harian $4.207, setelah itu harga stabil di bawah $4.200. Indikator osilator masih berada di wilayah negatif, sehingga kubu bear tetap lebih dominan. Namun, breakout yang jelas ke atas $4.200 akan berhadapan dengan resistance di SMA 20 hari dan kemudian di SMA 100 hari; jika kedua level ini terlewati, sentimen pasar berpotensi berbalik menjadi sedikit bullish. Di sisi bawah, area support berada di $4.150–$4.130, dengan $4.100 sebagai level berikutnya di bawahnya.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.