Lihat juga
14.05.2026 12:50 AMMenurut survei Reuters yang diterbitkan pada hari Rabu, Bank of England kemungkinan akan mempertahankan sikap berhati-hatinya, mengingat inflasi masih berada di atas target. Dari 56 ekonom yang disurvei, 27 memprediksi bank sentral akan mempertahankan suku bunga di 3,75% sepanjang tahun; 7 memprediksi setidaknya satu kali pemangkasan suku bunga, sementara 22 lainnya memprediksi setidaknya satu kali kenaikan suku bunga.
Beragamnya proyeksi tersebut menyoroti ketidakpastian yang masih berlanjut terkait situasi ekonomi Inggris: proses disinflasi berjalan lambat, dan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi tetap signifikan.
Selain itu, hasil survei Reuters menunjukkan bahwa rata-rata inflasi di Inggris pada 2026 akan berada di 3,2%, sejalan dengan prediksi bulan April. Pada saat yang sama, proyeksi pertumbuhan menjadi lebih optimistis: PDB diprediksi tumbuh 0,8% sepanjang tahun, naik dari estimasi sebelumnya sebesar 0,7%.
Ekspektasi ini memperkuat pandangan bahwa BoE mungkin akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama untuk menekan tekanan inflasi, bahkan di tengah sejumlah tanda stabilisasi aktivitas ekonomi.
Pasar merespons data ini secara hati-hati.
Pada saat penulisan, pound Inggris tidak mengalami perubahan signifikan: pasangan GBP/USD diperdagangkan di 1,3516, turun 0,17% pada hari itu. Perlu juga dicatat bahwa oscillator masih berada di zona positif, dan pasangan ini bertahan di area support pada SMA 100 hari. Agar pihak bull dapat melanjutkan kenaikan yang lebih meyakinkan, mereka perlu menembus SMA 20 hari.
Pada tabel di bawah ini, Anda dapat melihat perubahan persentase pound Inggris terhadap mata uang utama lainnya pada hari tersebut, dengan kenaikan terbesar tercatat terhadap dolar Selandia Baru.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.

