empty
 
 
30.04.2026 09:13 AM
Harga Minyak Naik ke $126

Hari ini, harga minyak Brent melonjak ke level tertinggi karena faktor geopolitik setelah Axios melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menerima pengarahan terkait opsi militer baru terkait Iran, yang memberi sinyal potensi eskalasi konflik di Timur Tengah. Pernyataan ini seketika memicu gelombang kekhawatiran di pasar energi global, di mana setiap indikasi intervensi militer di kawasan tersebut, yang merupakan pemasok minyak utama, secara tradisional mendorong kenaikan tajam harga.

This image is no longer relevant

Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya, Brent, tolok ukur internasional, bereaksi sangat sensitif terhadap kabar tersebut. Dengan situasi geopolitik yang sudah tegang, informasi terkait kemungkinan aksi militer terhadap Iran dipandang sebagai risiko langsung terjadinya gangguan baru pada pasokan yang sebenarnya sudah nyaris tidak ada. Hal ini pada akhirnya memicu permintaan spekulatif dan mendorong kenaikan harga, karena para pelaku pasar memasukkan ke dalam perhitungan mereka potensi gangguan pasokan baru dan kenaikan biaya.

Berita mengenai pemaparan kepada Presiden Trump tentang opsi militer terhadap Iran menjadi katalis bagi lonjakan harga berikutnya. Pasar minyak, yang sudah resah akibat kejadian-kejadian sebelumnya dan ketegangan regional, bereaksi seketika. Para investor dan trader, yang khawatir terhadap eskalasi konflik, mulai secara agresif membeli kontrak berjangka minyak, sehingga harga Brent melonjak tajam. Peristiwa ini menyoroti rapuhnya keseimbangan di pasar minyak dan betapa kuat ketergantungannya pada faktor geopolitik, terutama dalam konteks Timur Tengah.

Patokan global tersebut naik 7,1%, menembus level $126 per barel dan mencapai level intraday tertingginya dalam empat tahun, sementara harga minyak West Texas Intermediate melompat di atas $110. Diperkirakan, hari ini kepala Komando Pusat AS, Admiral Brad Cooper, akan menyampaikan kelayakan kelanjutan aksi militer kepada Trump.

Perlu saya ingatkan bahwa gencatan senjata telah berlaku sejak awal April, tetapi upaya terbaru untuk mengatur pertemuan para perunding dari kedua belah pihak belum membuahkan hasil: baik AS maupun Iran tetap memblokir Selat Hormuz yang vital.

Pada hari Selasa, Trump membahas langkah-langkah yang dapat diambil AS untuk memperpanjang blokade sambil meminimalkan dampaknya terhadap konsumen Amerika dalam sebuah pertemuan dengan para eksekutif perusahaan minyak dan perdagangan, yang berfungsi sebagai peringatan awal bagi pasar minyak tentang konflik mendatang.

This image is no longer relevant

Meninjau kondisi teknikal minyak saat ini, pembeli perlu merebut kembali level resistance terdekat di $113,40. Hal ini akan membuka peluang untuk menargetkan $118,80, yang akan cukup sulit untuk ditembus ke atas. Target berikutnya berada di kisaran $124,80. Jika terjadi penurunan harga minyak, pihak bearish akan berupaya mengambil alih kendali di $106,80. Jika upaya ini berhasil dan kisaran tersebut tertembus, hal itu akan menjadi pukulan serius bagi posisi bullish dan mendorong harga minyak turun menuju level terendah di $100,00, dengan potensi berlanjut hingga $92,50.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.