empty
 
 
29.04.2026 04:00 AM
Tinjauan EUR/USD. 29 April. Geopolitik Mereda, Pasar Terkoreksi

This image is no longer relevant

Pasangan mata uang EUR/USD menunjukkan kinerja yang relatif lemah pada hari Selasa, hal ini tidak mengejutkan karena tidak ada berita yang signifikan. Kami juga tidak lagi tertarik untuk membahas informasi geopolitik, karena informasi yang ada dipenuhi dengan rumor, spekulasi, opini pribadi, dan hal-hal sejenis. Sebenarnya, kondisi terkait Iran hampir tidak berubah selama dua minggu terakhir. Selat Hormuz masih terblokir dari kedua arah oleh pihak-pihak yang berseteru, dan harga minyak naik lagi karena, alih-alih ada perjanjian damai, pasar malah dihadapkan pada tantangan baru: Iran dan Washington bahkan belum berhasil mengatur pertemuan langsung. Oleh karena itu, kami tidak akan mengulas berita terkini tentang konflik Iran–Amerika, karena pada dasarnya tidak ada perkembangan yang baru.

Kami juga tidak setuju bahwa penguatan dolar AS akhir-akhir ini disebabkan oleh menurunnya optimisme pasar terhadap konflik di Timur Tengah. Pasangan EUR/USD (serta GBP/USD) mengalami kenaikan selama dua minggu berturut-turut, menunjukkan adanya gencatan senjata sementara yang masih segar sebulan kemudian. Setelah itu, terjadi koreksi teknis yang biasa. Para trader mulai mengunci keuntungan dari posisi beli yang dibuka karena harapan akan tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat, sehingga euro sedikit melemah sementara dolar mengalami penguatan.

Seperti yang sudah kami katakan beberapa kali, tidak ada kebutuhan untuk menjelaskan setiap pergerakan 50 pip pada pasangan mata uang dengan peristiwa penting atau makroekonomi. Sering kali, penyebabnya adalah dinamika permintaan dan penawaran yang sederhana. Ada pihak yang membuka posisi besar, dan ada pihak lain yang menutup posisi besar; hal ini tidak memerlukan alasan geopolitik atau fundamental. Mata uang tidak hanya ada untuk spekulasi yang berorientasi pada keuntungan. Mereka juga digunakan sebagai alat untuk penyelesaian dan pembayaran. Jika sebuah bank besar membutuhkan dolar dalam jumlah yang signifikan, mereka akan masuk pasar dan melakukan pembelian. Para trader melihat dolar menguat dan segera menyimpulkan bahwa "situasi geopolitik memburuk, dan pasar tidak lagi percaya pada kemungkinan gencatan senjata antara AS dan Iran. " Lalu, mereka pun menanti penurunan lebih lanjut pada pasangan EUR/USD.

Minggu ini, tiga pertemuan bank sentral telah dijadwalkan; namun, berbeda dengan banyak analis, kami berpendapat ketiganya tidak akan membawa dampak berarti. Pertemuan terakhir bank-bank sentral dan laporan makroekonomi penting belakangan ini diabaikan pasar. Saat ini, bank-bank sentral belum siap melakukan perubahan apa pun pada kebijakan moneter, karena tidak ada yang tahu bagaimana perkembangan peristiwa di Timur Tengah. Pada bulan Maret, inflasi di seluruh dunia melonjak karena keseragaman harga bahan bakar, minyak, dan gas. Namun, jika konflik terselesaikan besok, inflasi akan mulai melambat. Sebaliknya, jika besok Trump memerintahkan pengeboman Pulau Kharg atau pembangkit listrik Iran, dan Yaman memblokir Selat Bab-el-Mandeb, krisis energi saat ini akan tampak seperti "bunga". Dunia harus mulai bersiap menghadapi "buahnya". Oleh karena itu, kami tidak mengharapkan reaksi pasar yang kuat terhadap pertemuan bank-bank sentral tersebut.

This image is no longer relevant

Rata-rata volatilitas pasangan mata uang EUR/USD selama lima hari perdagangan terakhir per 29 April adalah 54 pip, yang dikategorikan sebagai "rata-rata". Kami memperkirakan pasangan ini akan bergerak di kisaran 1,1657–1,1765 pada hari Rabu. Kanal regresi linear bagian atas telah berbalik turun, yang menandakan pergeseran ke tren menurun. Namun, tren naik tahun 2025 berpotensi berlanjut kembali. Indikator CCI telah memasuki area jenuh beli dan membentuk divergensi "bearish", yang memberi sinyal potensi koreksi turun.

Level support terdekat:

S1 – 1,1658

S2 – 1,1597

S3 – 1,1536

Level resistance terdekat:

R1 – 1,1719

R2 – 1,1780

R3 – 1,1841

Rekomendasi Trading:

Pasangan EUR/USD mempertahankan tren naik di tengah melemahnya pengaruh faktor geopolitik terhadap sentimen pasar dan meredanya ketegangan geopolitik. Latar fundamental global untuk dolar tetap sangat negatif; oleh karena itu, dalam jangka panjang kami masih memperkirakan kenaikan pasangan ini. Ketika harga berada di bawah moving average, posisi jual dapat dipertimbangkan dengan target 1,1658 dan 1,1597 berdasarkan pertimbangan teknikal. Di atas moving average, posisi beli tetap relevan dengan target 1,1790 dan 1,1841. Pasar mulai menjauh dari faktor geopolitik, sementara dolar kehilangan satu-satunya pendorong pertumbuhannya.

Penjelasan untuk Ilustrasi:

  • Kanal regresi linear membantu menentukan tren saat ini. Jika keduanya mengarah ke arah yang sama, maka tren saat ini tergolong kuat.
  • Garis moving average (pengaturan 20,0, smoothed) menentukan tren jangka pendek dan arah pergerakan yang sebaiknya diikuti dalam trading saat ini.
  • Level Murray merupakan level target untuk pergerakan dan koreksi.
  • Level volatilitas (garis merah) menunjukkan kemungkinan kanal harga tempat pasangan ini akan bergerak pada hari berikutnya, berdasarkan indikator volatilitas saat ini.
  • Indikator CCI yang memasuki area jenuh jual (di bawah -250) atau area jenuh beli (di atas +250) menandakan mendekatnya pembalikan tren ke arah yang berlawanan.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.