Lihat juga
Pasar belum bisa menentukan arah. Di satu sisi, investor terkesan dengan kinerja laba korporasi — sekitar 80% perusahaan S&P 500 yang sudah melaporkan kinerja Q1 berhasil melampaui estimasi laba. Di sisi lain, semakin jelas bahwa akhir dari konflik di Timur Tengah tidak akan terjadi dalam waktu dekat seperti yang sempat terlihat seminggu lalu. Donald Trump telah memerintahkan serangan terhadap kapal apa pun yang menanam ranjau di Selat Hormuz, dan Israel bersiap untuk melakukan eskalasi.
Rasa cemas masih terasa, terlihat dari penjualan yang terjadi pada saham-saham utama kemarin. Ketujuh perusahaan ternama yang sebelumnya membawa SandP 500 ke puncak baru, kini justru banyak dilepas. Para investor hanya memerlukan sedikit alasan untuk menjual posisi long mereka: lonjakan investasi AI oleh Tesla mencapai $25 miliar — tiga kali lipat dari proyeksi untuk tahun 2026 — menyebabkan penurunan sahamnya sebesar 3,6%. Microsoft mengalami penurunan setelah muncul berita tentang pembelian kembali saham secara sukarela, Meta juga turun karena informasi pemutusan hubungan kerja, dan IBM membuat para investor kecewa dengan pembaruan tentang pendapatan yang tidak memuaskan.
Dinamika S&P 500
Sebuah laporan yang menunjukkan kenaikan PMI ke angka tertinggi dalam tiga bulan, yaitu 52 pada bulan April, tidak berhasil menyelamatkan pasar. Angka ini melampaui angka dari negara-negara di Eropa dan Asia, dan sempat mengubah narasi bahwa Amerika Serikat unggul. Saat ini, terdapat akumulasi persediaan yang aktif di kalangan perusahaan industri, pola yang juga terlihat menjelang penerapan tarif besar oleh Gedung Putih pada Hari Pembebasan Amerika di April 2025. Situasi ini menunjukkan bahwa peningkatan dalam aktivitas bisnis mungkin hanya bersifat sementara.
Namun, investor malah lebih khawatir terhadap lonjakan subindeks harga PMI yang mencapai tingkat tertinggi dalam 11 bulan terakhir. Hal ini menunjukkan adanya inflasi yang kembali meningkat. The Fed mungkin harus mempertahankan suku bunga yang tinggi, atau bahkan menaikkannya, demi menjaga pertumbuhan. Jangan terlalu bergantung pada bantuan dari bank sentral meskipun PDB mulai melambat dengan signifikan. Ini adalah berita buruk bagi saham di Amerika Serikat.
Donald Trump berusaha sekuat mungkin untuk mendukung pasar saham, dengan menyoroti setiap tanda pengurangan ketegangan. Ia menyatakan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama tiga minggu dan Gedung Putih akan melakukan segala upaya untuk membantu Beirut menyelesaikan masalah dengan Hezbollah.
Menurut saya, strategi buy the dip yang digunakan investor ritel masih berjalan, tetapi pasar semakin skeptis terhadap kemungkinan berakhirnya konflik geopolitik dalam waktu dekat. Akibatnya, para pemimpin pasar kemarin — Magnificent Seven — justru menjadi yang pertama dilepas, dan investor memanfaatkan setiap alasan untuk membuka posisi short.
Secara teknikal, S&P 500 membentuk candle dengan ekor bawah yang panjang pada grafik harian. Pola seperti itu biasanya mengindikasikan melemahnya tekanan jual dan memberikan dasar untuk aksi beli dari area tinggi dekat 7.145. Namun, jika pihak bullish gagal melakukan konsolidasi di atas level tersebut, gambarnya akan berbalik. Menjual saat terjadi penembusan level support di 7.100 dan 7.060 kemudian menjadi strategi jangka pendek yang lebih tepat.