empty
 
 
09.03.2026 11:22 AM
Pasar saham pada 9 Maret: S&P 500 dan NASDAQ mencatatkan kerugian besar

Menjelang penutupan trading hari Jumat lalu, indeks saham melemah. S&P 500 turun 1,33%, dan Nasdaq 100 melemah 1,59%. Dow Jones Industrial Average turun 0,94%.

Hari ini, pasar futures kembali mengalami aksi jual besar-besaran, yang menguatkan dolar AS. Saham turun di tengah kekhawatiran bahwa lonjakan tajam harga minyak selama sepekan terakhir akan mempercepat inflasi dan melemahkan pertumbuhan ekonomi global. Jelas, WTI di level $120 per barel membuat banyak pelaku pasar khawatir. Group of Seven telah menyatakan bahwa mereka akan membahas kemungkinan pelepasan terkoordinasi minyak dari cadangan strategis untuk membantu meredam lonjakan tajam harga energi.

This image is no longer relevant

Indeks saham Asia telah mengurangi penurunannya menjadi kurang dari 4% setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam hingga 5,6%. Kontrak berjangka saham AS dan Eropa juga mengurangi sebagian dari penurunan menjelang pembukaan pasar Eropa.

Operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menjadi faktor utama yang menyebabkan lonjakan harga minyak, dan konflik ini tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Kedua belah pihak terlihat bersiap untuk meningkatkan serangan mereka, sehingga ada potensi harga akan terus naik dan pasar saham akan melemah. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, harga Brent melonjak 29% menjadi $119,50 per barel, setelah mencatat lonjakan 28% pada minggu lalu. West Texas Intermediate naik sebesar 31%.

Harga obligasi pemerintah turun seiring meningkatnya kekhawatiran tentang inflasi yang semakin cepat, yang menyebabkan imbal hasil pada obligasi acuan 10 tahun AS mengalami kenaikan. Imbal hasil obligasi Australia dengan tenor 3 tahun, yang sangat dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan, melonjak ke level tertinggi sejak tahun 2011, sementara kontrak berjangka bund Jerman jatuh mendekati level terendah dalam hampir 15 tahun. Imbal hasil obligasi Jepang juga mengalami kenaikan, dengan imbal hasil untuk tenor 30 dan 40 tahun bertambah sekitar 11 basis poin.

Tekanan jual terlihat jelas menyebar di seluruh kawasan dan kelas aset, karena ketegangan geopolitik semakin memperburuk tekanan di pasar yang sebelumnya telah merasakan dampak akibat gangguan teknologi AI dan kekhawatiran mengenai kemungkinan keruntuhan di pasar kredit. Situasi ini membuat para investor berada dalam posisi yang sulit, harus mempertimbangkan risiko inflasi yang kembali muncul akibat naiknya harga minyak, di tengah tanda-tanda perlambatan pertumbuhan di pasar tenaga kerja AS.

Di sektor pasar lainnya, harga emas tertekan karena penguatan dolar AS. Pembicaraan tentang kemungkinan kenaikan suku bunga AS muncul kembali. Logam mulia ini mengalami penurunan sebesar 0,7% menjadi $5. 136 per ons, sedangkan harga perak hampir tidak berubah di angka $84,53 per ons.

This image is no longer relevant

Untuk prospek teknikal S&P 500, tugas utama pembeli hari ini adalah menembus resistance terdekat di $6.627. Penembusan level tersebut akan mengisyaratkan potensi kenaikan dan membuka jalan pergerakan menuju $6.638. Prioritas lain bagi kubu bullish adalah mempertahankan kendali di atas $6.651, yang akan memperkuat posisi pembeli. Jika pasar bergerak turun karena penurunan selera risiko, pembeli harus kembali muncul di sekitar $6.616. Penembusan di bawah level tersebut berpotensi dengan cepat mendorong instrumen turun ke $6.603 dan membuka jalan menuju $6.590.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.