empty
 
 
15.01.2026 12:44 AM
WTI. Analisis harga. Prediksi. Geopolitik mendorong harga minyak

This image is no longer relevant

Pada hari Rabu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melonjak di atas level bulat 61,00, hampir mencapai SMA 200 hari yang sangat penting.

Kuotasi minyak mentah AS kembali mencapai level tertinggi dalam dua bulan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Para pelaku pasar tetap fokus pada Iran, di mana protes domestik dan retorika yang meningkat antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan gangguan pasokan. Mengingat bahwa Iran tetap menjadi salah satu produsen minyak terbesar di dunia, setiap risiko terhadap produksi atau aliran ekspornya langsung tercermin dalam harga.

Pasar juga bereaksi terhadap pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait niat untuk memberlakukan tarif tambahan sebesar 25 persen pada negara-negara yang terus berbisnis dengan Iran. Meskipun dampak nyata dari langkah-langkah tersebut terhadap volume pengiriman sebenarnya masih belum pasti, langkah-langkah tersebut telah meningkatkan premi geopolitik dalam harga dan membuat pasar lebih sensitif terhadap risiko politik.

Perlu diingat bahwa, dalam kondisi saat ini, kenaikan harga minyak lebih didorong oleh faktor geopolitik daripada oleh penggerak fundamental penawaran dan permintaan. Pada saat yang sama, harapan akan pemulihan parsial pasokan dari Venezuela membantu membatasi kenaikan harga.

Menurut Reuters, perusahaan internasional besar, termasuk Trafigura dan Vitol, atas permintaan pemerintah AS, sedang bersiap untuk memberikan dukungan logistik untuk dimulainya kembali ekspor minyak Venezuela. Kapal pertama mungkin dimuat secepatnya pada akhir pekan ini, yang akan meningkatkan pasokan di pasar global.

Secara keseluruhan, dinamika pasar WTI saat ini mencerminkan keseimbangan antara meningkatnya risiko geopolitik, yang menjaga harga di atas level bulat $61,00 per barel, dan prospek peningkatan pasokan, yang menahan kelanjutan perkembangan tren bullish. Dalam jangka pendek, fluktuasi harga kemungkinan akan terus bergantung pada peristiwa politik di Iran dan sinyal tentang skala dimulainya kembali ekspor Venezuela.

Dari sudut pandang teknikal, resistance saat ini terletak di SMA 200 hari. Di atas level ini, harga akan meningkat lebih tinggi. Support terletak di level bulat 61,00. Di bawah level tersebut, SMA 100 hari membantu bull mempertahankan kendali pasar. Jika harga jatuh di bawahnya, bear akan mengambil inisiatif. Untuk saat ini, osilator grafik harian positif, dan bull tetap memegang kendali.

Pada hari Rabu, untuk peluang trading terbaik, perhatian harus diberikan pada rilis data AS, termasuk laporan inventaris minyak.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.